Selamat & Sukses Kapolda Aceh Ucapan Selamat Dari Bank Aceh Hut 80 Bhayangkara Pelantikan Setda Aceh sebagai Komisaris PT Bank Aceh Syariah Pelantikan Komisaris dan Direksi PT Bank Aceh Syariah Ucapan Selamat Idul Adha Ucapan Selamat Idul Adha
Daerah  

Pemerintah Aceh Evaluasi Kelangkaan Semen, SBA Tambah Pasokan. 

Acehglobal.com – Banda Aceh.

Upaya Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), mamacu gerakan Tim Pemerintah Aceh mengatasi kelangkaan semen dan mendorong PT Solusi Bangun Andalas (SBA) untuk meningkatkan jumlah pasokan semen ke Aceh.

“Arahan Bapak Gubernur jelas, pasokan semen harus segera dipulihkan agar tidak menghambat pembangunan, khususnya program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana maupun kebutuhan masyarakat,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi di Banda Aceh Selasa (4/8/2026).

Nurlis menyampaikan informasi peningkatan pasokan semen ke Aceh berdasarkan laporan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun kepada Gubernur Mualem.

“Sebagai koordinator tim, Sekda mengarahkan tim agar secepatnya menyelesaikan persoalan yang meresahkan masyarakat itu,” katanya.

Itulah sebabnya, Asisten II Setda Aceh Teuku Robby Izra yang ditunjuk Sekda Nasir sebagai koordinator lapangan bekerja keras untuk itu. Terbaru, Robby mengundang General Manager PT Solusi Bangun Andalas, R Adi Santosa, untuk ikut berembuk mengatasi kelangkaan semen di Aceh.

Dalam rapat evaluasi kelangkaan semen di Ruang Rapat Setda Aceh Kantor Gubernur Aceh pada Senin 3 Agustus 2026, Adi Santosa menjelaskan bahwa, selama ini kapasitas
produksi semen curah di Aceh sebanyak 5.400 ton per hari.

Total produksi sampai saat ini yang mampu dipenuhi Semen Andalas 3.700 ton per hari atau 92.500 sak per hari. Sesuai Proyeksi SBA total kebutuhan Semen di Aceh Saat ini sebesar 4.200 ton per hari atau 105.000 sak per hari, maka terjadi defisit sekitar 500 ton per hari atau 12.500 sak per hari.

Dalam rapat yang dipimpin Robby terjawab bahwa, peningkatan kebutuhan semen tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas pembangunan di Aceh, terutama untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta proyek-proyek pembangunan lainnya.

“Kondisi tersebut turut mempengaruhi kenaikan harga semen di sejumlah wilayah Aceh, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di pasaran,” kata Nurlis

Sebagai jalan keluarnya, SBA segera menambah jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 Jam menjadi 24 Jam per Hari dan menambah jumlah pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman.

Sebagaimana data yang di rilis menerangkan,

1. Kapasitas Produksi Semen Curah di Aceh dari PT. SBA 5.400 Ton/Hari
2. Total Produksi sampai saat ini yang mampu dipenuhi oleh PT. SBA 3.700/Hari atau 92.500 sak/hari dengan rincian terminal produksi:
– Terminal PT SBA Lhoknga (Andalas) 1.400 Ton/Hari (35.000 sak dengan waktu operasional 24 Jam)
– Terminal Malahayati (Padang) 400 Ton/Hari (10.000 sak dengan waktu operasional 24 Jam)
– Terminal Krueng Geukueh I (Padang) 900 Ton/Hari (22.500 sak dengan waktu operasional 16 Jam)
– Terminal Krueng Geukueh II (Andalas) 500 Ton/Hari (12.500 sak dengan waktu operasional 16 Jam)
– Terminal Belawan 500 Ton/Hari (12.500 sak dengan waktu operasional 24 Jam).

3. Sesuai Proyeksi PT SBA total kebutuhan Semen di Aceh Saat ini sebesar 4.200 Ton/hari atau 105.000 sak/hari, maka terjadi defisit sekitar 500 Ton/hari atau 12.500 Sak/hari.

4. PT. SBA segera menambah jam operasional Terminal Pengisian Kr. Geukuh II dari 16 Jam menjadi 24 Jam/Hari dan Menambah jumlah pasokan Semen Curah dari luar Aceh melalui 3 Kapal pengiriman, dimana kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukueh pada 2 Agustus 2026.

Selanjutnya PT SBA akan menambah pasokan semen dalam bentuk sak dari luar Aceh untuk menutupi kekurangan kebutuhan semen di Aceh.

Adi Santosa menyampaikan dalam rapat, kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada 2 Agustus 2026 dengan membawa semen curah.

Ia menambahkan, pengiriman pasokan melalui kapal berikutnya akan terus dilakukan secara bertahap selama bulan Agustus 2026 untuk memastikan ketersediaan semen di Aceh tetap terjaga.

Sedangkan Pemerintah Aceh, sebagaimana disampaikan Robby dalam rapat tersebut, menyiapkan data terkait harga dan kebutuhan semen di Aceh per Kabupaten Kota di Aceh.

Pemerintah Aceh mengimbau distributor menjaga ketersedian dan pengendalian harga semen agar tidak terjadi lonjakan harga ditingkat pengecer.

Nurlis menambahkan, Pemerintah Aceh akan terus melakukan evaluasi bersama PT Solusi Bangun Andalas dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan semen tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terkendali.

“Sehingga kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh tidak mengalami hambatan,” kata Nurlis.[**]