Acehglobal.com – Takengon .
Penantian panjang masyarakat Kampung Kute Ni Reje, Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah akhirnya berbuah kebahagiaan setelah berbulan-bulan menjalani kehidupan di hunian sementara (huntara) akibat bencana hidrometeorologi yang memaksa mereka meninggalkan kampung halaman, kini air bersih akhirnya mengalir ke setiap rumah yang mereka tempati.
Di kawasan huntara yang berada di Kampung Delung Sekinel, senyum warga kembali merekah. Fasilitas air bersih yang selama ini dinanti telah resmi beroperasi, menghadirkan kenyamanan sekaligus harapan baru bagi ratusan warga yang tengah berjuang membangun kembali kehidupan mereka.
Pembangunan sarana air bersih tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Fasilitas yang dibangun meliputi jaringan perpipaan, bak penampungan, instalasi distribusi air, hingga bangunan pendukung lainnya. Seluruh pekerjaan telah rampung sehingga masyarakat kini dapat menikmati layanan air bersih secara langsung.
Keberhasilan pembangunan itu juga menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong. Warga ikut terlibat dalam proses pengerjaan bersama para pelaksana di lapangan, sehingga fasilitas tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan segera dimanfaatkan.

Reje Kampung Kute Ni Reje, Hamdan mewakili masyarakat menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Kami masyarakat Kampung Kute Ni Reje mengucapkan ribuan terima kasih kepada Kepala BNPB, Bapak Bupati Aceh Tengah, dan Bapak Kalak BPBD Aceh Tengah yang telah membantu kampung kami,” ujar Hamdan dalam video yang dibagikan melalui grup WhatsApp Sabtu (1/8/2026).
Menurut Hamdan, mengalirnya air bersih menjadi penyemangat baru bagi masyarakat yang sedang bangkit dari musibah.
“Alhamdulillah, hari ini air bersih sudah mengalir dan dapat kami nikmati. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak-Bapak semua,” tuturnya.
Bagi masyarakat Kute Ni Reje, air bersih bukan sekadar fasilitas penunjang kehidupan sehari-hari. Kehadirannya menjadi simbol nyata bahwa pemerintah tetap hadir mendampingi warga dalam proses pemulihan pascabencana. Air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar untuk menjaga kesehatan, sanitasi, serta kualitas hidup selama menempati hunian sementara.
Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Dr Safrizal ZA, memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas dalam pemulihan kawasan terdampak bencana karena menyangkut kebutuhan paling mendasar masyarakat.
Safrizal menilai keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara BNPB, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, BPBD, para pelaksana di lapangan, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu agar masyarakat dapat hidup dengan layak selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang bekerja keras sehingga fasilitas ini dapat segera dimanfaatkan warga. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Safrizal ZA.
Ia berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya terus dirasakan hingga masyarakat kembali menempati rumah permanen.
Program penyediaan sarana air bersih ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar korban bencana tetap terpenuhi selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.
Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur lainnya, kehadiran air bersih diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat optimisme mereka untuk bangkit.
Kini, aliran air yang mengisi bak-bak penampungan di huntara bukan hanya membawa kesejukan bagi rumah-rumah warga. Ia juga menjadi simbol bahwa di tengah ujian bencana, harapan terus mengalir—menguatkan tekad masyarakat Kute Ni Reje untuk menata kembali masa depan yang lebih baik.(**)