Bank Aceh Mengucapkan HUT RI Ke-81 Selamat & Sukses Kajati Aceh Selamat & Sukses Kapolda Aceh Ucapan Selamat Dari Bank Aceh Hut 80 Bhayangkara Pelantikan Setda Aceh sebagai Komisaris PT Bank Aceh Syariah Pelantikan Komisaris dan Direksi PT Bank Aceh Syariah Ucapan Selamat Idul Adha Ucapan Selamat Idul Adha

SMA Negeri Perisai Kutacane Gelar Sosialisasi Mendorong Pemetaan Potensi dan Penguatan Karakter Siswa melalui STIFIn Genetic.

Acehglobal.com – Kutacane.

SMA Negeri Perisai Kutacane mendorong pengembangan potensi dan penguatan karakter siswa melalui kegiatan Sosialisasi Pemetaan Potensi dan Penguatan Karakter Berbasis STIFIn Genetic yang dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan unsur pimpinan sekolah dan OSIS SMA Negeri Perisai Kutacane dengan menghadirkan narasumber dan promotor STIFIn Genetic Indra, S.Pd.

Sosialisasi itu bertujuan untuk membantu peserta mengenali potensi diri, mengelola emosi, membangun mental tangguh serta memahami pola interaksi dan konseling.

Kepala SMA Negeri Perisai Kutacane Zaini Bainullah, S.Pd., M.Si mengatakan, pengembangan peserta didik tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik.

Menurutnya, sekolah juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mengenali karakter dan potensi yang dimilikinya.

“Sekolah tidak hanya bertugas mengantarkan siswa mencapai prestasi akademik, tetapi juga membantu mereka mengenali dirinya, memahami potensinya, dan membangun karakter yang kuat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting sebagai bagian dari proses pengembangan peserta didik secara lebih menyeluruh,” kata Zaini.

Ia menambahkan, pemetaan potensi itu diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam membantu siswa menentukan arah pengembangan dirinya secara lebih terarah.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ira Juliati, S.Pd menilai penguatan karakter perlu dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan siswa dalam pemahaman terhadap diri sendiri.

Menurutnya, penguatan karakter dapat menjadi modal penting dalam membangun hubungan sosial dan menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Anak-anak perlu memiliki ruang untuk mengenal dirinya sendiri. Ketika mereka memahami kekuatan dan tantangan dalam dirinya, kita berharap mereka lebih mampu mengelola emosi, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengambil keputusan secara lebih baik”.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah memperkuat pembinaan kesiswaan yang tidak hanya berfokus pada tata tertib, tetapi juga pada pembentukan pribadi dan karakter siswa, kata Ira.(**)