Ucapan Selamat Idul Adha

Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry Gelar Diklat Ekonomi Islam. 

Acehglobal.com – Banda Aceh.

Kelompok Studi Ekonomi Islam Islamic Economics Forum (KSEI IEFor) Fakultas Syariah dan Hukum sukses Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry Gelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) tentang Ekonomi Islam di Aula Rektorat Lantai 3 pada Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Guardian of Muamalah dalam Menjaga Marwah Ekonomi Islam Melalui Kekuatan Integritas dan Legalitas Syariah” dibuka oleh Pembina KSEI IEFor, Dr. Ir. Chairul Fahmi, M.A.

ini menjadi wadah penguatan kapasitas intelektual dan karakter bagi generasi muda dalam memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi Islam.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya integritas, legalitas syariah, serta implementasi ekonomi Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Hadir sebagai pemateri akademisi, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Riadhus Sholihin, S.Sy., M.H yang membahas urgensi legalitas syariah dalam menjaga kepercayaan dan keberlanjutan praktik ekonomi Islam.

Sementara, perspektif praktis disampaikan oleh Amil Zakat Baitul Mal Aceh Juliani, S.H.I., M.Ag yang memaparkan peran strategis zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) dalam mendorong kesejahteraan masyarakat serta pembangunan ekonomi umat.

Ketua Umum KSEI IEFor Angga Irwansyah pada kesempatan itu menyampaikan, DEI 2026 merupakan salah satu upaya kaderisasi untuk menumbuhkan semangat belajar dan mengkaji ekonomi Islam di kalangan mahasiswa.

“Kami berharap melalui Diklat Ekonomi Islam ini semangat kader KSEI IEFor untuk mengkaji ekonomi Islam semakin tumbuh dan berkembang. Lebih dari itu, ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai-nilai ekonomi Islam benar-benar hadir dalam praktik bermasyarakat,” kata Angga.

Angga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemateri yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta, serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan mendedikasikan waktu, tenaga, serta pikirannya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik”.

Pembina KSEI IEFor, Dr Ir Chairul Fahmi, M.A menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Diklat Ekonomi Islam 2026 sebagai salah satu bentuk komitmen organisasi dalam membangun kapasitas dan kualitas kader ekonomi Islam.

Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam menciptakan ruang pembelajaran yang tidak hanya memperkuat pemahaman keilmuan, tetapi juga membentuk karakter dan integritas generasi muda.

Ia juga mengapresiasi dedikasi panitia serta semangat peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengapresiasi KSEI IEFor yang terus konsisten menghadirkan program-program pengembangan kader seperti Diklat Ekonomi Islam ini”.

Kegiatan semacam ini menjadi wadah yang sangat baik untuk memperkuat pemahaman ekonomi Islam sekaligus membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan ekonomi syariah, ujarnya.

Chairul Fahmi menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga marwah ekonomi Islam di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.

Menurutnya, penguatan integritas dan pemahaman terhadap prinsip-prinsip syariah merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi Islam yang berkelanjutan, terpercaya, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui sesi diskusi interaktif dengan para narasumber. Berbagai isu ekonomi syariah kontemporer menjadi topik pembahasan, mulai dari aspek legalitas dalam aktivitas muamalah hingga optimalisasi instrumen ZISWAF sebagai solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui penyelenggaraan DEI 2026, KSEI IEFor berharap dapat melahirkan kader-kader ekonomi Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kesadaran syariah, dan komitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Sejalan dengan tema, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi Guardian of Muamalah yang mampu berkontribusi bagi pengembangan ekonomi Islam dan pembangunan ekonomi umat di Indonesia, ujarnya.(**)