Acehglobal.com – Banda Aceh.
Mahasiswa Hukum Universitas Syi’ah Kuala (USK) Ari Maulana berbagi kisah pengabdiannya menjadi narasumber di Pro-2 Radio Repuplik Indonesia (RRI) dalam program Cek Cerita Kamu (CCK) Selasa (18/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) Ari Maulana bersama Dr Muhammad Sayuthi, S.P., M.P menjadi sebagai narasumber untuk membagikan pengalaman selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gampong Cut Langien, Kabupaten Pidie Jaya.
Program Cek Cerita Kamu di Pro-2 RRI mengangkat tema “Belajar, Berkarya dan Mengabdi Bersama Masyarakat di Gampong Cut Langien”, dengan host Meikel.
Selama satu jam, keduanya mengulas makna pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat, mulai dari proses penyusunan program kerja, tantangan di lapangan, hingga dampak yang dirasakan masyarakat maupun mahasiswa setelah pelaksanaan KKN.
Sebagai Ketua Kelompok KKN Gampong Cut Langien, Ari Maulana menceritakan bahwa selama satu bulan pengabdian, kelompoknya berupaya menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Berbagai kegiatan berhasil direalisasikan, di antaranya kampanye anti-bullying, edukasi Poster Anak Sadar Hukum, program Desa Aman, pemeriksaan tekanan darah gratis, Tas Siaga Bencana, penyusunan profil desa, serta pembinaan karakter dan keagamaan melalui Lomba Azan, Hafalan Juz 30, dan Fashion Show Busana Muslim bagi anak-anak tingkat TK dan SD.
Selain menjalankan program kerja, Ari mengaku mendapatkan pengalaman yang jauh lebih berharga, yakni membangun hubungan yang erat dengan masyarakat.
Menurutnya, keramah tamahan warga Gampong Cut Langien membuat seluruh mahasiswa merasa diterima sudah menjadi bagian dari keluarga besar Gampong Cut Langien.
“Alhamdulillah, KKN kami berjalan dengan sangat baik selama satu bulan penuh. Semua program yang kami rancang mendapat dukungan luar biasa dari aparatur Gampong, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga”.
Pengabdian bukan hanya tentang melaksanakan program kerja, tetapi juga tentang mendengar, menghargai dan belajar dari pengalaman hidup masyarakat.
Banyak nasihat, nilai kebersamaan dan pelajaran kehidupan yang kami bawa pulang. Pengalaman ini akan selalu menjadi motivasi bagi saya pribadi untuk terus mengabdi di mana pun berada, kata Ari Maulana.
Ari juga menyampaikan rasa syukur atas capaian kelompoknya yang berhasil mempublikasikan sekitar 180 artikel pemberitaan selama pelaksanaan KKN.
“Kami tidak pernah menyangka dokumentasi kegiatan KKN dapat menghasilkan sekitar 180 publikasi di berbagai media. Bagi kami, ini bukan sekadar angka, tetapi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat sekaligus cara menyebarluaskan inspirasi bahwa mahasiswa mampu menghadirkan karya nyata di desa.
Semoga apa yang kami lakukan dapat menjadi motivasi bagi kelompok KKN lainnya, harapnya.
Sementara itu, Dr Muhammad Sayuthi, S.P., M.P selaku Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, menjelaskan bahwa, KKN merupakan salah satu sarana terbaik untuk membentuk karakter mahasiswa agar lebih peduli terhadap persoalan masyarakat serta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara nyata.
Ia juga memberikan apresiasi atas dedikasi Kelompok 11 KKN yang dinilai mampu menunjukkan kinerja yang luar biasa, baik dalam pelaksanaan program maupun publikasi kegiatan.
Saya sangat mengapresiasi Ari Maulana beserta seluruh anggota Kelompok 11. Selama menjadi dosen pembimbing lapangan, saya belum pernah mendampingi kelompok dengan publikasi sebanyak ini, mencapai sekitar 180 artikel.
Hampir setiap hari telepon genggam saya dipenuhi pemberitaan kegiatan mereka. Ini menunjukkan semangat, kerja sama dan konsistensi yang luar biasa.
Menurutnya, capaian ini layak mendapatkan penghargaan dari universitas, karena berhasil mengangkat citra KKN dan Universitas Syiah Kuala di tengah masyarakat,” ungkap Dr Muhammad Sayuthi.
Dr Muhammad Sayuthi selaku dosen pembimbing lapangan mengucapkan terima kasih kepada aparatur Gampong Cut Langien, masyarakat desa serta berbagai media yang telah mendukung dan mempublikasikan setiap kegiatan KKN.
Ia berharap agar semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat terus terjalin sehingga pengabdian mahasiswa dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan desa, ujarnya.(**)
