Acehglobal.com – Banda Aceh.
Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal mengecam kasus dugaan bullying dan penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur yang disebut terjadi di salah satu sekolah di Banda Aceh.
Pihaknya tidak akan toleril kejadian tersebut dan tidak bisa didiamkan begitu saja, tegas Illiza usai meresmikan Rex Premium Peunayong Banda Aceh, Selasa (22/9/2026)..
Anak-anak di Kota Banda Aceh dididik untuk memiliki akhlakul karimah, saling menghargai dan saling menyelamatkan, bukan saling membullying.
“Kami sudah menerima laporan tersebut, dan sudah mengirimkan tim untuk memberikan bantuan hukum kepada korban,” kata Illiza.
Bunda Illiza sapaan akrab Walikota Illiza mengatakan, Kasus dugaan bullying tersebut kini sudah dilaporkan ke Polresta Banda Aceh untuk di proses hukum.
Mudah-mudah ada upaya-upaya, walaupun upaya damai ini menjadi pembelajaran untuk kedepannya,” pungkas Bunda Illiza.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono membenarkan adanya pengaduan tersebut yang dilaporkan pihak keluarga korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banda Aceh pada Senin siang (21/9/2026).
Kasus tersebut dalam penanganan tim Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh.
“Benar, pihak keluarga korban telah melapor, saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian,” kata Kompol Dizha, Selasa siang (22/9/2026).
Kompol Dizha menjelaskannya bahwa, dugaan penganiayaan terhadap anak tersebut terjadi pada Jumat (18/9/2026).
Menurut Kompol Dizha, penyidik Unit IV PPA saat ini masih mendalami keterangan dari korban guna mengetahui secara jelas rangkaian kejadian yang dilaporkan.
“Untuk saat ini masih pendalaman keterangan dari korban. Nanti akan kami berikan surat panggilan kepada para saksi dan pihak sekolah untuk memberikan keterangan”.
Pemeriksaan terhadap korban, saksi dan pihak terkait diperlukan untuk membuat terang perkara tersebut, ujarnya.(**)
