Daerah  

Taqwaddin : Muhammadiyah Tidak Melarang Peringatan Maulid Nabi.

Syafrial

Acehglobal.com – Tapaktuan.

Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh Dr H Taqwaddin menegaskan pihaknya tidak melarang masyarakat manapun untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, karena dalam kitab Tarjih tidak ada larangan peringatan Maulid.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam ceramah agama pada peringatan Milad Muhammdiyah Ke-111 di Masjid Taqwa Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan Sabtu (18/11/2023).

Taqwaddin menyampaiakn, Muhammadiyah tidak melarang siapa saja yang ingin menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena, dalam Kitab Tarjih atau Himpunan Putusan Tarjih dijelaskan bahwa, Maulid Nabi tidak dilarang dan juga tidak diwajibkan.

Itu ijtihadiyah, yang bermakna bahwa warga Muhammadiyah boleh memperingati Maulid Nabi, ungkap Dr H Taqwaddin.

Taqwaddin menyampaikan, “milad Muhammadiyah saja kita peringati, apalagi milad Nabi Muhammadmana mungkin tidak kita semarakkan. Hanya saja perayaan Maulid Nabi jangan sampai menimbulkan kemudharatan yang justru melanggar Perintah Allah.

Sebagaimana halnya, hanya karena kesibukan memeriahkan Maulid Nabi mengakibatkan ibu-ibu dan juga bapak-bapak tidak melaksanakan kewajiban shalat. Ini yang tidak boleh dalam Muhammadiyah.

Hukum menunaikan shalat adalah wajib, sedangkan merayakan maulid nabi hukumnya boleh”, tegas Dr Taqwaddin.

Dalam rangka memperingati hari lahirnya Muhammadiyah ke-111, Taqwaddin menguraikan bagaimana sejarah perjuangan Kiyai Haji Almad Dahlan dalam melahirkan pergerakan  Muhammadiyah hingga menjadi organisasi dengan manajemen terbaik dan memiliki aset terbanyak di dunia.

Taqwaddin yang juga Hakim Tinggi Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Tinggi Aceh mengatakan, Aset kekayaan Muhammadiyah pada Tahun 2022 antara lain 11.198 Masjid Taqwa/mushalla, 7.651 sekolah, 174 Perguruan Tinggi, 340 Pasantren, 457 rumah sakit, 318 panti asuhan, 54 panti jompo, 82 panti rehabilitasi cacat, tanah wakaf 21 juta meter, dengan total nilai aset diperkirakan mencapai 1000-an Trilyun rupiah, pungkasnya. (**)

Baca juga   Satpol PP/WH Aceh Besar Kembali Tertibkan PKL Pasar Keutapang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *