Ucapan Terima Kasih Hari Pers Nasional
Daerah  

Sekda Aceh Paparkan Progres Penanganan Bencana Kepada Mahasisawa. 

Sekretaris Daerah Aceh M Nasir menerima audiensi Aliansi Mahasiswa Se-Aceh terkait penanganan tahap rekonsiliasi pasca Banjir & Longsor Aceh di Posko tanggap darurat penanganan becana pemerintah Aceh Banda Aceh (13/01/2026)

Acehglobal.com – Banda Aceh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir paparkan progres penanganan bencana kepada Aliansi Mahasiswa Se Aceh guna mensingkronisasikan langkah-langkah strategis yang telah diambil pemerintah.

Hal itu disampaikan Sekda Aceh M Nasir saat menerima kunjungan audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh Selasa (13/1/2026).

Pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan data lapangan serta menjelaskan langkah-langkah strategis yang telah diambil pemerintah dalam menangani dampak bencana banjir besar di Aceh, kata Sekda.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Aceh M Nasir menjelaskan bahwa, aspirasi mahasiswa terkait peningkatan status bencana menjadi skala nasional harus melalui prosedur regulasi yang ketat dari Pemerintah Pusat.

“Pemerintah Aceh saat ini terus bekerja maksimal, dimana fokus kita adalah memastikan seluruh masyarakat terdampak tertangani dengan baik melalui koordinasi lintas sektor,” Kata Sekda.

Sekda juga mengungkapkan bahwa, kondisi pengungsian telah mengalami perubahan, dimana 155.000 jiwa masih di lokasi pengungsian, dari angka awal yang sempat menembus satu juta orang. Meski dampak banjir secara keseluruhan mencakup 2,5 juta jiwa.

Adapun mengenai 31 korban yang masih dinyatakan hilang, ia menegaskan bahwa pencarian telah dihentikan setelah mengikuti seluruh tahapan SOP pencarian dan pertolongan.

Pemerintah Aceh telah membentuk 9 klaster penanganan bencana yang melibatkan sekitar 150 Civil Society Organization (CSO).

Sekda M Nasir menegaskan bahwa, stok logistik khususnya beras, dipastikan menjangkau seluruh wilayah terdampak meski terdapat kendala akses dan cuaca.

Pemerintah Aceh saat ini memprioritaskan pemulihan konektivitas akibat putusnya sejumlah jembatan yang memicu kenaikan inflasi. Selain itu, terdapat 456 pos kesehatan yang akan dievaluasi efektivitasnya guna memastikan layanan medis tetap prima.

“Koordinasi terus kita perkuat dengan NGO, TNI, Polri, hingga DLHK, termasuk dalam penanganan lumpur di pemukiman dan lokasi penumpukan material sisa banjir,” kata M Nasir.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Habibi menyampaikan bahwa, mahasiswa telah turun ke lapangan selama 22 hari di tiga wilayah terdampak dan berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 200 juta.

Habibi memberikan apresiasi atas terbentuknya ruang diskusi baru yang mempertemukan Pemerintah Aceh dengan mahasiswa.

Ia berharap, momentum ini menjadi titik balik bagi penguatan kolaborasi demi mempercepat pemulihan daerah terdampak.

“Terima kasih sudah disediakan ruang diskusi ini, semoga kolaborasi antara mahasiswa dengan Pemerintah Aceh semakin maksimal untuk saling membantu dalam proses pemulihan pascabencana,” ujar Habibi.[**]