Ucapan Selamat Idul Fitri Ucapan Selamat Idul Fitri Ucapan Selamat Idul Fitri

BSI Aceh dan Media Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh. 

Acehglobal.com – Banda Aceh.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh bersama membahas peran strategis perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh dalam kegiatan Media Gathering Rabu (13/5/2026).

Kegiatan bersama insan pers itu mengangkat tema “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh”.

Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi, diskusi, sekaligus penguatan kolaborasi antara BSI Regional Aceh, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta media massa dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh.

RCEO BSI Aceh Imsak Ramadhan menyampaikan bahwa, perbankan syariah kini memiliki posisi yang semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, khususnya di Aceh yang menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah.

Imsak menjelaskan, secara nasional BSI dengan dual licence sebagai bank syariah dan bank emas berhasil mencatat pertumbuhan customer base yang signifikan pada Kuartal I 2026.

Sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah BSI telah bertambah sebanyak 9,26 juta nasabah. Khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah meningkat sekitar 0,5 juta menjadi 23,7 juta nasabah.

“Peningkatan customer base ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” ujar Imsak.

Dari sisi pembiayaan, BSI juga mencatat pertumbuhan double digit sebesar 14,39 persen (YoY) menjadi Rp 329 triliun.

Meski tumbuh signifikan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen, membaik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,88 persen, sementara NPF nett berada pada level 0,38 persen.

Pertumbuhan DPK tersebut turut mendorong total aset BSI per Maret 2026 meningkat menjadi Rp 460,1 triliun.

Capaian ini mengantarkan BSI masuk dalam jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada 23 Januari 2026.

“Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank-bank besar Himbara lainnya,” tambahnya.

Untuk kinerja regional, Imsak menyebutkan bahwa BSI Regional Aceh juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI Regional Aceh pada Triwulan I 2026 tumbuh 17,49 persen (YoY) menjadi Rp 21 triliun.

Sementara dari sisi pembiayaan, BSI Aceh tumbuh 11,15 persen (YoY) menjadi Rp 25,4 triliun dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat.

Untuk aset BSI Regional Aceh juga tumbuh signifikan per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp 26,4 triliun atau meningkat sebesar Rp 2,7 triliun (11,36 persen secara year on year).

Ketua PWI Aceh M Nasir Nurdin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Media Gathering yang dinilai menjadi wadah penting dalam mempererat hubungan dan memperkuat sinergi antara BSI dan media massa di Aceh.

“Kami mengapresiasi hubungan dan kerja sama yang selama ini terjalin sangat baik antara BSI dan media di Aceh. Kolaborasi ini penting untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Direktur OJK Aceh Firman Octo Armando menegaskan, perbankan syariah memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh.

Menurutnya, penguatan sektor jasa keuangan syariah akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua pemateri, yakni Wakil Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh, Prof Dr Hafas Furqani, M.Ec serta Manager Madya OJK Aceh Ferdinan Daular.

Dalam pemaparannya, Prof Hafas Furqani menjelaskan, peran strategis KDEKS dalam mendorong percepatan pengembangan ekonomi syariah di Aceh melalui penguatan ekosistem halal, pengembangan industri keuangan syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Sedangkan Ferdinan Daular memaparkan kontribusi industri perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, termasuk dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, serta peningkatan inklusi dan literasi keuangan syariah di daerah.

Melalui kegiatan Media Gathering ini, BSI Aceh berharap sinergi antara industri perbankan syariah, regulator, akademisi, dan media dapat terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah.(**)