Acehglobal.com – Banda Aceh.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh Brigjen Pol Dr Dedy Tabrani, S.I.K.,M.Si menegaskan terus perkuat sinergi dengan Polda Aceh, TNI dan Bea Cukai dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba di Aceh.
Dulu Aceh dikenal dengan kepahlawanan, Negeri syariat dan sejarah, namun kini di nodai oleh pelaku kejahatan penyalahgunaan narkoba.
Hal itu disampaikan Brigjen Dedy Tabrani pada konferensi pers bersama insan pers di Banda Aceh, Rabu (28/10/2026).
Tabrani mengatakan, meskipun kendala dengan anggaran sangat minim hanya Rp 16 Milyar, namun Jenderal Bintang Satu putra asli Aceh itu tetap konsisten dalam memerangi peredaran gelap narkoba.
Anggaran yang hanya Rp 16 Milyar yang dialokasikan untuk BNN Aceh tidak bisa bekerja maksimal. Karena anggaran sebesar itu hanya cukup untuk bayar gaji.
Dari jumlah 16 Milyar, Biaya operasional cuma hanya tersedia sebesar Rp 1 Milyar cukup untuk kebutuhan BBM kendaraan, bagaimana kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat “Melawan Narkoba”.
Oleh karena itu, “Penanganan narkoba di Aceh butuh kolaborasi lintas instansi. Alhamdulillah, BNNP Aceh hari ini bersinergi dengan Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, dan Bea Cukai Aceh,” ujar Dedi.
Menurutnya, sinergi tersebut telah membuahkan hasil nyata dalam beberapa pengungkapan besar dalam Pemusnahan 16 hektar ladang ganja penggerebekan pabrik sabu 1,2 Ton di Sigli bersama tim gabungan.
Sebelumnya, BNN RI bersama BNNP Aceh, Polda Aceh dan Bea Cukai berhasil mengungkap pabrik narkoba dengan barang bukti sabu 1,2 ton di Pidie yang melibatkan 11 tersangka termasuk 2 Warga Negara Asing yang kini sudah diamankan, kata Brigjend Dedi.
Brigjen Dedy Tabrani mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para insan pers untuk turut serta dalam gerakan Aceh Bersinar (Bersih Narkoba).
“Tanah Rencong ini tanah para pejuang. Jangan biarkan generasi muda kita hancur karena narkoba. Perang melawan narkoba adalah perang kita bersama untuk menyelamatkan masa depan Aceh,” pungkasnya.(**)
