Acehglobal.com – Banda Aceh.
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar Raniry Banda Aceh Ari Maulana terpilih sebagai penulis terbaik di bedah buku Fukubukuro pada Festival of Japanese Art & Culture yang sukses digelar gedung AAC Dayan Dawood Banda Aceh Minggu (24/8/2025).
Ari Maulana dalam Festival tersebut menampilkan berbagai kebudayaan Jepang, seminar studi Jepang, hingga partisipasi dari komunitas lokal seperti Museum Gunung Seulawah, Aceh Community Art dan sejumlah komunitas lainnya.
Agenda utama dalam festival tersebut adalah Bedah Buku Fukubukuro yang merupakan kisah–kisah Inspiratif Ureung Aceh di Negeri Sakura) dan Talkshow tentang kehidupan di Jepang dengan menghadirkan pemateri Mulia Kemalawaty, S.P., M.Si, wartawan senior Serambi Indonesia Yarmen Dinamika, serta Alfi Rahman, M.Si., Ph.D dengan moderator Eka Husnus Hidayati.
Buku ini ditulis oleh anggota Persada yang merupakan anggota Perhimpunan Alumni Jepang.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry Ari Maulana yang sedang melaksanakan magang di Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sangat aktiv mengikuti kegiatan tersebut.
Ari juga sangat aktif dalam sesi tanya jawab dengan menanyakan atas segala pengalaman studinya serta kehidupan mahasiswa di Jepang.
Pertanyaannya yang dinilai kritis dan menarik membuatnya Ari Maulana terpilih sebagai salah satu pena terbaiknya dan berhak mendapatkan doorprize.
“Awalnya saya hanya ingin mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan Jepang, suasana perkuliahan, serta universitas terbaik di bidang komunikasi di Jepang”, kata Ari Maulana dalam sebuah tulisan kisahnya yang diterima Redaksi acehglobal.com.
Ari mengisahkan, Jepang menjadi salah satu negara tujuan yang ingin saya capai untuk melanjutkan studi Strata-2.
Saya berharap suatu saat dapat menimba ilmunya di sana,” ujar Ari usai menerima penghargaan sebagai penanya terbaik.
Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan peserta mengenai budaya Jepang, tetapi juga membuka peluang serta motivasi baru bagi generasi muda Aceh untuk melanjutkan studi ke Jepang.
Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh, diharapkan mahasiswa Aceh dapat berkontribusi baik di kancah internasional maupun saat kembali mengabdi di tanah kelahiran, ujar Ari Maulana.(**)