Ucapan Belasungkawa Bank Aceh Ucapan Idul Fitri

IKA USK Gelar Buka Puasa Bersama Dan Santuni Anak Yatim.

sebanyak 21 anak yatim foto bersama dengan Keluarga Besar IKA-USK pada acara buka puasa bersama di komplek Kampus USK Senin (24/3/2025), Foto : Dok IKA-USK.

Acehglobal.com – Banda Aceh.

Keluarga Besar Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA-USK) menggelar buka puasa bersama dan menyantuni sebanyak 21 anak yatim di Gedung IKA USK Darussalam banda Aceh Senin (24/3/2025).

Acara buka puasa bersama, santuni anak yatim dan tausyiah yang diisi oleh Pimpinan dayah Babul Maqfirah Aceh Besar itu dihadiri langsung Ketua IKA-USK Amal Hasan, rektor USK Prof Dr Ir Marwan, para Dekan, Forkopimda dan seluruh keluarga besar IKA-USK.

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA- USK) Amal Hasan, SE, M.Si mengajak semua alumni peduli kepada kehidupan anak yatim dan terus mendukung  keberlansungan masa depan mereka.

Amal Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada alumni USK yang ikut berpartispasi menyumbang santunan kepada anak yatim jelang lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah.

“Bukan jumlah pemberiannya, tapi kepeduliannya  yang penting”, ujar Amal Hasan,

Rektor USK Prof Dr Ir Marwan dalam sambutannya mengajak para Alumni untuk selalu kompak dan mendukung kemajuan kampus.

“Diwaktu yang sangat singkat ini saya mengajak seluruh Alumni USK terus mendukung kegiatan kampus agar USK menjadi kampus yang mendunia”, sebutnya.

Mereka untuk terus belajar agar masa depan menjadi lebih baik, pesan rektor marwan sembari mengusap 21 anak yatim saat menyerahkan santunan.

Sementara Ustat Tgk Masrul Aidi dalam tausiah singkatnya mengajak para akademisi  USK dan alumni  mengawal perjalanan syariat islam di Aceh.

“Apakah praktik syariat islam di Aceh sudah sesuai dengan nafas keislaman, misalnya dalam bulan ramadhan, mana yang wajib mana yang sunnah”.

Jika itu masih ada ketimpangan, maka akademisi bisa berperan agar pelaksanaan syariat islam bisa mempertimbangkan kaum yang tidak berpuasa, kata Masrul Aidi.

“Pemerintah buat regulasi,  sementara akademisi mengimplementasikan saat pelaksanaannya”.

Dia mencontohkan, pada bulan Ramadhan kenapa tidak ada  yang jual makanan saat siang hari, sementara ada yang tidak wajib berpuasa, semestinya Pemerintah dan Ulama membuat regulasi yang tepat agar di Aceh pelaksanaan syariat islam benar-benar berjalan, ujar ustad Masrul Aidi. (**)