Acehglobal.com – Kota Jantho.
Balai Arsip Statis dan Tsunami dan Arsip Nasional Republik Indonesia (BAST- ANRI) melepas mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN AR Raniry Banda Aceh Ari Maulana yang telah selesai melaksanakan program magang di Balai Arsip BAST-ANRI kawasan Bakoy Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar Rabu (27/8/2025).
Kegiatan magang berlangsung selama satu bulan sejak 21 Juli 2025 hingga 27 Agustus 2025.
Pada prosesi pelepasan, Ari Maulana dijemput langsung oleh Dosen Supervisor Arif Ramdan Sulaeman, S.Sos., M.Sos mendapat sambutan hangat Kepala BAST–ANRI Muhammad Ihwan, S.Sos., M.Sos., bersama Kepala Subbagian Tata Usaha, Nova Sri Wahyuni, S.Kom, Ketua Tim Layanan dan Pemanfaatan Arsip Farhan Muhammad Uzair, B.HSc, serta Arsiparis sekaligus pembimbing lapangan Eka Husnul Hidayati, S.H.
Dosen Supervisor, Arif Ramdan Sulaeman menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa KPI untuk melaksanakan magang di BAST–ANRI.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa kami Ari Maulana yang belajar dan mengembangkan kompetensinya di BAST–ANRI”.
Selama saya memantau, perkembangan Ari cukup baik dan terlihat mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, kata Arif Ramdan.
Dosen supervisor Arif Ramdan berharap agar ke depan akan ada kerjasama lanjutan dengan lembaga BAST-ANRI, sehingga lebih banyak mahasiswa yang dapat memperoleh pengalaman berharga di sini,” ujarnya.
Kepala BAST–ANRI, Muhammad Ihwan juga menegaskan pentingnya pengalaman magang sebagai bekal mahasiswa dalam dunia kerja.
“Kami berharap peserta magang dapat mengembangkan kemampuan yang telah belajar di sini, khususnya dalam hal kearsipan dan edukasi kebencanaan.
Program magang ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga kearsipan dengan perguruan tinggi, jelasnya.
Muhammad Ihwan menambahkan, Selama masa magang, mahasiswa KPI terlibat aktif dalam berbagai aktivitas, antara lain penyusunan berita, pengelolaan konten media sosial, serta publikasi informasi kearsipan dan kebencanaan Tsunami.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat upaya BAST–ANRI dalam memperkenalkan peran arsip sebagai sarana edukasi publik, termasuk peningkatan kesadaran mitigasi bencana.
Dengan berakhirnya program magang ini, BAST–ANRI juga berharap agar kerjasama dengan perguruan tinggi terus berlanjut, sehingga lebih banyak mahasiswa dapat memperoleh kesempatan belajar secara langsung mengenai kearsipan dan kebencanaan, ujarnya.(**)