Acehglobal.com – Banda Aceh.
Seorang jurnalis senior Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Perwakilan Aceh Azhari, SH meluncurkan sebuah buku hasil karya selama dirinya jadi pewarta yang dinilai sangat militan dan telah banyak Provinsi di Indonesia yang digelutinya.
Peluncuran buku dengan Karya “Terlahir Sebagai Jurnalis ANTARA” berlangsung di Aula Gedung PWI Aceh kawasan simpang Lima Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Sabtu (4/1/2024).
Acara peluncuran yang dipandu oleh Wakil Ketua PWI Aceh Asnawi Kumar dan wartawan senior Nurdinsyam itu turut dihadiri Pj Walikota Banda Aceh Almuniza Kamal, S.STP, M.Si, Dosen Senior Fakultas Pertanian USK Dr Ir Teuku Alvi Syahrin,M.Sc, Humas PT Solusi Bangun Andalas Faraby, kolektor sejarah Tarmizi Hamid (Cek Midi), Sekretaris PWI Aceh Muhammad Zairin, SH, Pengurus PWI Aceh dan para wartawan.
Mantan Kepala LKBN Antara Perwakilan Aceh Azhari, SH itu menyampaikan seputar sejarah selama dirinya menjadi seorang jurnalis yang tidak mengenal berbagai prahara di depan.
Azhari yang merupakan salah seorang korban musibah dasyat gempa dan gelombang Tsunami 2004 silam mengucapkan terima kasih kepada dua wartawan senior Nurdinsyam dan Asnawi Kumar yang telah mendidik saya dalam menekuni dunia jurnalistik.
“Saya belajar ilmu jurnalistik hanya peran Mereka, kedua senior ini yang mengtaktehkan saya sehingga hari ini saya bisa meluncurkan sebuah buku berkenaan dengan apa yang saya jalani selama saya menjadi wartawan”, kata Azhari.
Dalam menjalankan fungsi control social demi untuk kemajuan daerah terutama Aceh saya sempat melawan terpaan badai saat melintas Pulau Weh, Sabang saat mengawal sebuah masalah terhadap Panglima Laot Aceh.
Dimana dengan taruhan nyawa saya rela melawan tantangan demi untuk menggali sebuah berita terkait kapal nelayan yang sempat menjalani proses hukum di Pengadilan sabang.
Kapal tersebut yang sempat ada upaya-upaya pihak lain agar kapal tersebut tidak menjadi milik Nelayan Aceh. Namun dengan proses pengawalan intens yang kita lakukan akhirnya Pengadilan Sabang menghibahkan kapal Nelayan tersebut ke Panglima Laot, ujar Azhari.
Pj Walikota Banda Aceh Almuniza Kamal pada kesempatan itu mendukung setiap jurnalis dapat melahirkan banyak buku-buku karya jurnalistik yang dd luncurkan oleh para wartawan.
Namun, karya-karya tersebut tidak hanya dalam bentuk tulisan yang muncul di depan mata saja, tapi ada karya dalam pembangunan Aceh yang dilakukan oleh para pemimpin-pemimpin kita terdahulu, kata Almuniza.
Saya berharap agar ada karya kepemimpinan Aceh dari masa lalu hingga kepemimpinan sekarang.
Mari kita “Move On” agar karya Pemimpin kita dahulu bisa tercatat dalam tonggak sejarah pembangunan Aceh melalui karya jurnalistik kita, ujar Almuniza.(sya)