Ucapan Terima Kasih Hari Pers Nasional
Daerah  

TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Gantung di Agara.

Acehglobal.com – Kutacane.

Prajurit TNI AD Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama Babinsa Posramil Darul Hasanah, tim teknis serta partisipasi masyarakat ikut membantu merampungkan pembangunan Jembatan gantung di Desa Lawe Mamas Indah, Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Tenggara guna memulihkan akses masyarakat setempat Jim’at (6/3/2026).

Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan akses infrastruktur yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.

Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Darul Hasanah beberapa waktu lalu dilanda banjir besar dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas umum, termasuk jembatan penghubung antar wilayah.

Jembatan lama yang sebelumnya menjadi jalur utama bagi masyarakat mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat digunakan lagi.

Akibat kondisi tersebut, mobilitas warga sempat terhambat. Masyarakat yang hendak melintasi Sungai Kali Alas untuk menuju kebun, pasar, sekolah, maupun melakukan berbagai aktivitas ekonomi lainnya terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu.

Kondisi ini tentu berdampak pada aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat.

Akses transportasi sangat penting bagi masyarakat, pembangunan kembali jembatan gantung tersebut menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya pemulihan wilayah pascabencana.

Melalui kerjasama yang erat antara TNI dan masyarakat, proses pembangunan jembatan dapat dilaksanakan secara cepat, efektif, dan tetap mengutamakan kualitas konstruksi yang kini pekerjaannya mencapai 99 persen.

Jembatan gantung yang dibangun di atas Sungai Alas tersebut memiliki panjang sekitar 150 meter dengan lebar 1,2 meter, sementara kedalaman sungai di bawahnya mencapai kurang lebih 2 meter.

Struktur jembatan dirancang dengan konstruksi yang kuat dan aman sehingga dapat digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.

Selama proses pembangunan berlangsung, prajurit TNI tidak hanya terlibat dalam pekerjaan teknis konstruksi, tetapi juga aktif membangun semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Kehadiran TNI di lokasi pembangunan menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk ikut serta membantu menyelesaikan pekerjaan tersebut secara bersama-sama.

Kerja sama yang terjalin antara TNI dan masyarakat ini menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai gotong royong masih sangat kuat di tengah kehidupan masyarakat Aceh Tenggara.

Semangat kebersamaan tersebut menjadi kunci utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan oleh warga.

Dengan hampir rampungnya pembangunan jembatan gantung tersebut, masyarakat kini menaruh harapan besar agar akses penghubung antarwilayah yang sempat terputus dapat segera kembali normal.

Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, jembatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung berbagai aktivitas sosial masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi.

Salah seorang warga setempat Amri (49) mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan tersebut.

Menurutnya, sejak jembatan lama rusak akibat banjir, masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu membangun kembali jembatan ini. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk pergi ke kebun, ke pasar, dan menjalankan aktivitas lainnya. Mudah-mudahan setelah selesai nanti perekonomian masyarakat bisa kembali pulih,” ungkap Amri.

Ia juga berharap agar jembatan yang telah dibangun tersebut dapat dirawat dengan baik sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama oleh masyarakat.(**)