Acehglobal.com – Banda Aceh
Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, ST, MT menyatakan bahwa warga yang kurang mampu tetap bisa menikmati tradisi meugang menyambut bulan suci Ramadhan 1457 H.
Hal itu disampaikan saat melakukan peninjauan Pasar Murah Daging Meugang pada pelaksanaan hari terakhir di halaman Kantor PDAM Tirta Daroy Banda Aceh Rabu (18/2/2026).
Pejabat senior di Pemerintahan Kota Banda Aceh Jalaluddin mengatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan intervensi pasar agar harga daging di Kota Banda Aceh bisa terkontrol sehingga masyarakat kurang mampu tetap dapat menikmati daging dengan harga terjangkau dan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi di Kota Banda Aceh.
“Alhamdulillah, harga daging di hari terakhir megang di Kota Banda Aceh masih stabil di antara Rp 150 ribu – Rp 160 ribu. Yang kita subsidi harganya Rp 140 ribu. Dengan demikian inflasi kota bisa terjaga dan masyarakat kurang mampu dapat menikmati daging meugang seperti biasa”.
Langkah strategis ini diambil Wali Kota Banda Aceh agar warga prasejahtera tetap bisa merasakan kebahagiaan meugang seperti tahun-tahun sebelumnya tanpa terbebani lonjakan harga, kata Jalal.
Jalaluddin menambahkan, pasar murah yang digelar Pemko Banda Aceh selama empat hari mendapat disambut antusias warga. Banyak masyarakat mengaku terbantu bisa membeli daging untuk kebutuhan meugang bersama keluarga.
“Antusias dari warga kota juga sangat tinggi mulai dari hari pertama digelar sampai hari ini terakhir,” ujar Jalal.
Selain meninjau pasar murah daging meugang, Sekda Kota Banda Aceh bersama rombongan juga melakukan peninjauan harga pasar di pasar-pasar tradisional yaitu Pasar Al Mahira Lamdingin.(**)