Acehglobal.com – Banda Aceh.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir atas nama Gubernur Aceh H Muzakir Manaf diwakili Asisten I Sekdaprov Aceh Syakir membuka Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Adat Aceh (MAA) di Meuligo Wali Nanggroe kawasan Lampeuneurut Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Selasa (7/4/2026).
“Bapak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan salam kepada kita semua, khususnya para peserta Mubes MAA 2026 ini, dan beliau mengatakan selamat bermusyawarah agar Aceh selalu dalam kekuatan keistimewaan Aceh,” kata Syakir dalam amat pidato Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Syakir menekankan, MAA harus menunjukkan kinerja nyata dalam mendukung Pemerintah Aceh dalam penguatan elemen keistimewaan seperti amanah Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2006, tentang Pemerintah Aceh, bagian yang tidak bisa dipisahkan adalah nilai – nilai keistimewaan Aceh dalam menggapai Aceh yang bermartabat lewat adat istiadat.
Dihadapan Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, Asisten I Sekda Aceh, Syakir dan para Forkopimda Aceh serta seluruh peserta yang hadir calon Ketua MAA periode 2026-2031 Prof Yusri Yusuf mengatakan bahwa, Mubes sempat tertunda beberapa bulan lantaran terbentur anggaran yang disahkan.
Disamping itu, Kondisi Aceh di timpa bencana banjir dan longsor sehingga Komisioner MAA Kabupaten/Kota belum bisa hadir untuk melaksanakan Mubes.
“Jadi atas dukungan Bapak Gubernur dan Paduka Yang Mulia Tengku Malik Mahmud kami segera adakan Mubes, sebab pengurusan 2021-2026 berakhir pada 9 Mei 2026, sesuai perintah qanun nomor 8 tahun 2019 agar segera laksanakan Mubes”, kata Prof Yusri Yusuf.
Para peserta Mubes berjumlah 45 orang, terdiri dari unsur Kabupaten/Kota sebanyak 23 peserta, perwakilan Propinsi 8 peserta, 6 orang peserta ahli adat dan 8 orang peserta dari pengurus MAA, kata Yusri.
Wali Nanggroe Aceh PYM Malik Mahmud Al-Haythar dalam arahannya menyampaikan, peserta Mubes diharap bukti nyata dan tindakan agresif dalam mempertahankan adat istiadat Aceh, agar masyarakat benar – benar merasakan nyaman dengan adanya MAA.
“MAA harus menjadi alat pemersatu bangsa lewat adat, sehingga perlu personil yang paham adat istiadat dan mampu mendamaikan anak bangsa seperti cita – cita leluhur bangsa Aceh,” kata PYM Malik Mahmud.
Ketua Panitia Mubes MAA 2026 Miftah Tjut Adek melaporka, hingga hari pertama Mubes, hanya satu nama calon Ketua yang muncul yaitu, Prof Yusri Yusuf.
“Hingga saat ini baru ada satu calon yang digadang – gadang maju sebagai ketua MAA priode kedepan, yaitu Prof. Yusri Yusuf, merupakan ketua MAA priode penggantian antar waktu,” sebut Miftah Tjut Adek.
Prof Yusri Yusuf merupakan Ketua MAA saat ini yang terpilih untuk masa sisa waktu 2021 – 2026, dikukuhkan oleh Wali Nanggroe awal September 2026.
Selain itu, Prof Yusri Yusuf sosok seorang pemersatu, bukti itu terbukti selama dirinya memimpin MAA sisa masa bakti 2021-2026, dan pernah menjadi Wakil Rektor Ikatan Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, ujar Miftah Tjut Adek.(**)