Acehglobal.com – Banda Aceh.
Polda Aceh meminta kepada masyarakat Aceh untuk tetap tenang terkait isu-isu negatif tentang stok BBM yang kini menjadi resah sehingga masyarakat menjadi panik harus mengantri panjang untuk melakukan pengisian BBM di Stasiun Pompa Bahan Bakar Umum (SPBU) di Provinsi Aceh.
Polda Aceh memastikan bahwa, stok BBM di Aceh dalam kondisi aman, sesuai pernyataan resmi yang dikeluarkan pihak PT Pertamina, kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S. I. K Kamis (5/3/2026).
I Kabid Humas menjelaskan bahwa, kondisi BBM di Aceh Aman mengutip keterangan resmi dari Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga Misbah Bukhori bahwa 20 hari merupakan cadangan operasional BBM, bukan menunjukkan keterbatasan pasokan.
Menurutnya, kapasitas penyimpanan yang tersedia sebenarnya dapat menampung pasokan BBM hingga sekitar 25 sampai 26 hari.
“Dua puluh hari yang dimaksud adalah cadangannya, Secara storage kita bisa menampung hingga 25 sampai 26 hari. Angka 20 hari ini sebenarnya memang sudah dari dulu begitu,” kata Joko sebagaimana disampaikan Misbah dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh Kamis 5 Maret 2026.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (Panic Buying). Karena ketersediaan pasokan dipastikan aman dan proses distribusi berlangsung normal, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan saja, jelas Kabid Humas.
Dalam konteks itu, Polda Aceh mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan memanfaatkan momen ini untuk mencari keuntungan secara pribadi dan dapat merugikan orang lainnya.
Bila menemukan ada penimbunan dan bisa menimbulkan kelangkaan BBM di Aceh, maka Polda Aceh akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku, tegas Kabid Humas.(**)