Muhammadiyah Hengkang Dari BSI, Tarik Dana 13 Triliun.

Syafrial
Dok : Detik News.

Acehglobal.com – Jakarta.
Berita mengejutkan datang dari Muhammadiyah, dimana Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) hengkang  dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) alihkan semua tabungannya ke sejumlah bank syariah lainnya.

Pimpinan Muhammadiyah juga menarik seluruh simpanannya yang ada di BSI yang jumlahnya mencapai Rp 13 Trilliun.

Penarikan seluruh simpanan yang ada di BSI diketahui diketahui berdasarkan memo Muhammadiyah Nomor 320/I.0/A/2024 mengenai konsolidasi sebagaimana di lansir Detik News Rabu (5/6/2024).

Dana simpanan Muhammadiyah di BSI ditaksir mencapai Rp 13 triliun, dan keputusan PP Muhammadiyah itu akan berdampak besar terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) yang ada di BSI.

PP Muhamadiyah juga secara resmi mengumumkan penarikan dana persyarikatan yang disimpan di Bank Syariah Indonesia (BSI). Langkah ini diambil sebagai upaya konsolidasi PP Muhammadiyah.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MA.PhD membenarkan adanya rencana penarikan tersebut.

Namun demikian, Prof Mu’ti belum bersedia menyampaikan secara tegas alasan mendasar dipindahkannya dana dari BSI.

Informasi yang beredar dijelaskan bahwa, penarikan dana milik Muhammadiyah dari BSI beralih ke Bank lainnya adalah sebagai langkah konsolidasi.

Dana Muhammadiyah yang diperkirakan sangat besar itu akan dialihkan ke bank-bank Syariah lainnya yang memang selama ini sudah memiliki ikatan kerjasama yang baik dengan Muhammadiyah di berbagai wilayah.

PP Muhammadiyah juga menginstruksikan kepada seluruh badan amal usahanya, juga untuk menarik dananya dari BSI supaya dialihkan ke bank-bank Syariah lainnya.

Sebenarnya kerjasama antara PP Muhamamdiyah dengan BSI sudah terjalin sejak 2022.
Namun belakangan, PP Muhammadiyah mengambil sikap tegas untuk “Bercerai” dengan BSI, tegas Prof Abdul Mu’ti.

Sumber sumber yang layak dipercaya menjelaskan, hubungan BSI dengan Muhammadiyah kini sudah kurang baik.

Baca juga   Keuchik Pango Deah Menyambut Baik Pasar Murah Keliling "Meutalo Wareeh".

Selain itu, sistem pelayanan yang dilakukan BSI dinilai juga kurang baik, kata Abdul Mu’ti.

Informasi bahwa, dana Muhammadiyah yang ada di BSI berkisar 13-15 triliun.

Ada kemungkinan setelah konsolidasi, dana tersebut akan disebar ke bank-bank Syariah lainnya seperti Bank Bukopin Syariah, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat dan bank-bank Syariah lainnya, ujar Prof Abdul Mu’ti.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *