Acehglobal.com – Sinabang.
Masyarakat meminta agar tidak pihak yang menghambat dengan mencari-cari kesalahan terhadap pembangunan jalan transmigrasi di Simeulue dengan menyebut bahwa material timbunan yang digunakan itu berasal dari aktivitas galian C ilegal.
Masyarakat kini merasa geram dengan adanya pemberitaan yang terkesan mencari-cari kesalahan terhadap pengelola proyek jalan transmigrasi di Desa Latiung Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue.
Salah seorang tokoh masyarakat Simeulue Hardian Sabtu (3/1/2026) mengatakan, jalan tersebut merupakan harapan masyarakat Simeulue sudah 20 tahun lebih belum pernah disentuh atau diaspal.
Menurutnya, pemberitaan yang menyorot ikhwal timbunan yang berasal dari galian c ilegal akan menghambat pembangunan jalan tersebut.
Hardian mengatakan, proyek jalan tersebut merupakan kebutuhan dan harapan masyarakat yang harus didukung pembangunannya, jadi jangan ada pihak yang menghambat.
Material timbunan yang digunakan juga sudah berdasarkan kesepakatan bersama diambil di lokasi yang memungkinkan bukan galian C, mengingat di Simeulue tidak ada izin galian C karena masuk garis pantai.
Timbunan yang digunakan untuk menimbun jalan tersebut bukan dari galian C, itu kesepakatan masyarakat dan bukan dalam rangka bisnis.
Diambil khusus untuk membangun jalan transmigrasi. Jadi jangan dipelintir atau digiring seolah ada pelanggaran hukum di situ,” tegas Hardian.
Ia juga mengaku kesal dengan pemberitaan yang menyoroti pembangunan jalan tersebut, seakan yang disuarakan itu untuk kepentingan masyarakat. Padahal, secara tidak langsung itu akan menghambat pembangunan dan mengubur impian masyarakat setempat yang berharap jalan itu segera diaspal.
Tolong pembangunan jalan transmigrasi itu jangan dihambat, walau dengan modus kontrol sosial. Kalau memang dirasa ada kendala atau masalah, silakan bicarakan dan kita cari solusi bersama.
Jangan malah mencari kekurangan, kemudian memberitakannya untuk tujuan dalam tanda kutip, ujarnya.
Hal senada juga disuarakan Tarmin yang mengakui bahwa, keberadaan proyek pembangunan jalan tersebut sangat membantu warga. Karena itu, ia bersama tokoh masyarakat lain, mukim dan pemuda setempat mengajak seluruh pihak untuk mendukung kelancaran pelaksanaannya.
“Jalan ini merupakan harapan kami setelah sekian lama tidak dibangun. Jadi, mari kita dukung agar pembangunan tersebut berjalan lancar, demi kemajuan Simeulue,” ujar Tarmin.
Pembangunan jalan transmigrasi yang bersumber dari APBN tersebut diketahui baru dibangun setelah sekian lama menjadi harapan masyarakat.
Jalan ini dinilai sebagai akses utama yang menunjang mobilitas warga sekaligus menjadi penopang perekonomian masyarakat setempat, ujarnya. (**)