Acehglobal.com – Banda Aceh.
Lembaga Dewan Perwakilan rakyat Aceh (DPRA) tidak sedang baik-baik saja, dimana lembaga Wakil Rakyat itu kini diterpa isu mosi tak percaya terhadap Ketua DPRA Zulfadli alias Abang Samalanga mulai berhembus kencang.
Jika hanya segelintir anggota Dewan yang protes mungkin itu bisa dianggap hanya riak kecil, tapi ketika jumlahnya mencapai puluhan itu bukan lagi riak, tapi sudah gelombang sebagaimana viral di medsos.
Yang menariknya lagi adalah dukungan itu tidak hanya datang dari luar, tapi sebanyak 11 anggota dari Partai Aceh dimana partai yang sama dengan Abang Samalanga dikabarkan ikut berada dalam barisan tersebut.
Kritik dari lawan politik adalah hal biasa, tetapi ketika kritik dari rumah sendir biasanya ada sesuatu yang tidak beres. Rumah jarang runtuh karena badai dari luar, tapi karena tiangnya sendiri mulai retak.
Parlemen bukan singgasana kekuasaan satu orang, tapi rumah kolektif yang dibangun atas rasa keadilan antar anggota.
Ketika rasa keadilan itu mulai dipertanyakan, maka legitimasi kepemimpinan pelahan ikut terkikis, barang kali selama ini banyak yang memilih diam.
Tapi dalam politik, diam itu tidak selalu berarti setuju, kadang itu hanya tanda bahwa kesabaran belum habis.
Namun, ketika kesabarab itu habis, maka suara yang lama tertahan biasanya berubah menjadi keberanian untuk melawan.
Dalam politik, kursi memang bisa dipertahankandengan aturan, tapi kepercayaan tidak tunduk pada pasal dan tata tertib, ia hidup dari rasa adil.
Maka, ketika kepercayaan mulai menipis bahkan kursi yang paling kokoh pun bisa tiba-tiba terasa goyang.
Namun, hingga berita ini tayang belum mendapat komfirmasi untuk memperoleh informasi dari Ketua DPRA Zulfadli (Abang Samalanga) terkait isu yang berkembang tersebut.(**)