Ucapan Terima Kasih Hari Pers Nasional
Daerah  

Konsolidasi Fiskal dan Pembangunan SDM Jadi Fondasi 1 Tahun Kepemimpinan Illiza–Afdhal.

Acehglobal.com – Jakarta.

Kamis, 12 Februari 2026, tepat satu tahun kepemimpinan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah.

Refleksi atas capaian dan arah pembangunan Ibu kota dari Provinsi Aceh menjadi pemaparan Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, SE dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Kompas TV dalam program Zona Inspirasi Kompas TV secara live di Studio Kompas TV Jakarta Pusat.

Pada dialog bertajuk “Banda Aceh Tumbuh dan Tangguh”, yang dipandu oleh host Wandha Dwiutari, Illiza memaparkan best practice Pemerintahannya dalam berbagai bidang selama satu tahun kepemimpinannya.

Wali Kota Illiza menegaskan bahwa, tahun awal pemerintahannya difokuskan pada konsolidasi fiskal dan penguatan pelayanan dasar sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, Pemerintahan dimulai dalam kondisi fiskal yang terbatas dengan beban utang daerah. Langkah cepat itu dilakukan melalui rasionalisasi belanja, penyelesaian kewajiban keuangan, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

“Kami memulai dengan situasi fiskal yang tidak mudah. Karena itu, yang pertama kami lakukan adalah memastikan keuangan daerah sehat, utang terselesaikan, dan pelayanan dasar tetap berjalan. Bagi kami, stabilitas itu fondasi,” ujar Illiza.

Illiza menambahkan, pembangunan Banda Aceh tidak semata mengejar angka, tetapi memastikan kualitas hidup masyarakat meningkat secara nyata. “Yang ingin kami bangun bukan hanya pertumbuhan, tetapi kualitas. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan harus benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, bersama Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, keduanya memperkuat pendekatan berbasis data dalam penanganan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.

Hasilnya, berdasarkan data BPS November 2025, angka kemiskinan turun dari 6,95 persen menjadi 5,45 persen dalam satu tahun. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banda Aceh mencapai 89,55 poin -tertinggi secara nasional.

“Penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat ini adalah hasil kerja bersama. Intervensinya harus tepat sasaran dan berbasis data,” kata Illiza seraya menegaskan pola kepemimpinan kolaboratif: arah kebijakan strategis yang dipadukan dengan penguatan sistem dan monitoring berbasis data. (**)