Acehglobal.com – Lhoksukon.
Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah, M.M menegaskan bahwa, pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, dapat diselesaikan tepat waktu sehingga akses masyarakat yang sempat terputus bisa segera kembali normal.
Kapolda memastikan pembangunan tersebut harus berjalan sesuai jadwal dan standar teknis yang telah ditetapkan.
Demikian dikatakan Kapolda Aceh melakukan kunjungan saat pengecekan langsung progres pembangunan jembatan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe Jumat (20/2/2026).
Kapolda mengatakan, respons cepat jajaran Brimob dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak bencana.
Kunjungan ini merupakan bagian dari asistensi dan pengawasan guna memastikan percepatan pembangunan infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.
Rombongan Kapolda bergerak menuju lokasi pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lhok Cut yang menghubungkan Desa Lhok Cut dengan Blang Cut Gunci, dan Kubu dengan menggunakan helikopter.
Di lokasi Kapolda Aceh meninjau langsung progres pekerjaan yang dilaksanakan oleh personel Brimob Polri, sekaligus memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan target waktu yang telah ditetapkan.
Kapolda Aceh dalam kegiatan itu didampingi sejumlah pejabat utama, yakni, Dansat Brimob Polda Aceh, Karolog Polda Aceh, Direskrimsus Polda Aceh.
Kemudian juga hadir Kapolres Lhokseumawe, para pejabat utama Polres Lhokseumawe, Camat Sawang, serta para geuchik dari desa-desa terdampak banjir.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Desa Riseh Tunong, tepatnya pada titik pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan desa tersebut dengan Dusun Cot Calang.
Kedua jembatan tersebut sebelumnya putus total akibat diterjang banjir bandang, sehingga sempat menghambat mobilitas warga serta aktivitas perekonomian masyarakat setempat.(**)