Ucapan Terima Kasih
Daerah  

Empat Kabupaten di Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat

Acehglobal.com – Banda Aceh.

Pemerintah Aceh menyampaikan bahwa, empat Kabupaten memperpanjang masa status tanggap darurat bencana akibat dampak cuaca ekstrem sampai 8 Januari 2026.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, SIP, MPA berdasarkan laporan resmi yang diterima dari masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Berdasarkan laporan yang kami terima dari pemerintah Kabupaten, kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan darurat lanjutan, sehingga status tanggap darurat diperpanjang”, kata Sekda M Nasir.

Sebagaimana halnya, Kabupaten Aceh Tamiang perpanjang status masa tanggap darurat sejak 24 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.

Perpanjangan tersebut dilakukan karena dampak banjir dan cuaca ekstrem masih sangat mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, serta proses pemulihan belum sepenuhnya berjalan normal.

Sementara itu, Kabupaten Aceh Tengah menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat mulai 30 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga perbaikan infrastruktur terdampak.

“Laporan dari Aceh Tengah menunjukkan masih adanya kerusakan fasilitas publik dan kebutuhan masyarakat yang harus ditangani secara intensif,” kata Sekda M Nasir.

Kemudian, Kabupaten Aceh Utara memperpanjang status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung sejak 30 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Perpanjangan tersebut dilakukan karena sejumlah wilayah masih terisolasi serta mengalami kerusakan infrastruktur yang cukup berat.

Selain itu, Kabupaten Bener Meriah juga mengambil kebijakan serupa dengan memperpanjang masa tanggap darurat mulai 31 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026.

Menurut Sekda Aceh, curah hujan di kawasan Takengon–Bireuen hingga Bener Meriah–Aceh Utara saat ini masih tinggi, dan beberapa titik jalan yang terdampak banjir bandang dan longsor sejak akhir November 2025 belum pulih sepenuhnya.

Sekda menegaskan, Pemerintah Aceh terus melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten/Kota, TNI/Polri dan instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

“Pemerintah Aceh meminta seluruh pihak mendukung penuh upaya penanggulangan bencana agar pemulihan kondisi masyarakat dapat segera tercapai,” pungkasnya.[**]