Calon Walikota Harus Punya Tujuan Yang Jelas dan Konsisten

Syafrial
HT Anwar Ibrahim : Wartawan Senior Pemred media online acehstandar.com.

Acehglobal.com – Banda Aceh. PEMILIHAN Kepala Daerah Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/ Wakil Walikota pada tahun 2024 akan berlangsung dinamis.

Di Kota Banda Aceh beberapa nama bakal calon sudah mulai muncul dan menyatakan maju pada kontestasi Pilkada 2024 dengan mengklaim dirinya memiliki sejumlah potensi jiwa kepemimpinan dan sudah punya dukungan pemilih arus bawah.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) sebagai lembaga penyelenggara agenda lima tahunan itu telah membuka peluang kepada anak bangsa  yang berkeinginan maju sebagai Kepala Daerah.

“Setiap calon memiliki posisi yang sama untuk dipilih dan memilih”, kata salah seorang Wartawan Senior yang juga Pemimpin Redaksi (Pemred) acehstandar.com H T Anwar Ibrahim kepada acehglobal.com Rabu (26/6/2024).

Anwar mengatakan, siapapun yang mencalonkan diri maju sebagai Walikota untuk menjadi pemimpin dan penguasa bagi lembaga atau dinas dan seluruh rakyat kota.

Walikota bukan hanya sekadar jabatan prestise, tetapi memiliki tanggung jawab, menjalankan kebijakan dan merealisasikan berbagai program pembangunan sesuai dengan harapan dan kesejahteraan rakyat.

Pemimpin dan penguasa harus tahu masalah dan tahu bagaimana cara menyelesaikannya masalah.

Sekali lagi, setiap orang adalah pemimpin, mulai memimpin dirinya, keluarga hingga rakyat. Namun tidak semua orang mampu menjadi pemimpin, kata HT Anwar.

Menjadi pemimpin yang baik dan cakap tidak hanya sekadar berangkat dari tekad dan ambisi.

Tapi lebih dari itu, pemimpin sejati harus di dukung dengan kriteria dengan tiga modal yakni, modal sosial, modal budaya dan modal ekonomi, itu harus melalui proses yang panjang dan konsisten.

Lalu muncul pertanyaan, apa saja kiranya kriteria ideal bagi seorang pemimpin untuk Kota Banda Aceh, tanya HT Anwar yang akrab di sapa Pak Haji.

Baca juga   Aceh Butuh Pemimpin Selevel Kemampuan dan Pengalaman Muhammad Nazar.

Menurut hemat kami, ada beberapa kriteria ideal bagi seorang pemimpin yang patut dilirik warga Ibukota Provinsi Aceh sebagai pusat Pemerintahan antara lain ;
Pertama, punya manajemen yang baik. Sang calon Walikota harus bisa memimpin diri  sendiri dan mengelola orang dengan manajemen dan tata kelola yang baik.

Aturan berbagai aspek yang fundamental pada diri seorang kandidat Walikota, mulai dari waktu, perhatian, hingga harus mengelola emosi.

Secara paralel, harus mencari secara terus menerus yang menjadi kekuatan, kelemahan dan potensi yang dimiliki.

Nah dengan demikian, akan ada harmoni pada dirinya yang berdampak positif sampai pada predikat pemimpin ideal diantara kandidat lain.

Kedua ; punya Strategi dalam Bertindak. Setelah manajemen diri, kriteria yang wajib dimiliki seorang pemimpin adalah segala tindakan harus disusun dengan penuh strategi dan keberpihakan pada rakyat.

Sebagai leadership, semua keputusan tentunya berada di tangannya sebagai pimpinan. Baik dan buruk langkah dengan tim tergantung pada decision yang anda ambil.

Maka, seorang pemimpin ideal harus punya kemampuan kecerdasan dalam menentukan strategi terbaik dan mampu memberikan hasil sesuai ekspektasi.

Jangan terburu-buru dalam mengambil sebuah keputusan, karena kebiasaannya bisa merugikan kandidat maupun tim nantinya.

Ketiga adalah mampu berkomunikasi dengan baik dan Efektif. Komunikasi punya peranan fundamental di seluruh aspek kehidupan.

Mulai dari keluarga sampai masyarakat, komunikasi yang baik tentu akan menjadikan semua aspek dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Seorang pemimpin yang baik, menyadari akan pentingnya komunikasi. Dan bukan hanya soal komunikasi untuk kepentingan sendiri, namun leader juga tahu bagaimana menciptakan pola komunikasi yang efektif.

“Artinya, kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan”, ungkap HT Anwar.

Saat tengah mengadakan rapat dengan tim di gedung pertemuan misalnya, anda tentu saja harus bisa menyampaikan informasi yang berkaitan dengan rencana anda pada saat itu dengan singkat, padat dan jelas sehingga tidak akan terjadi yang namanya miss communication.

Baca juga   Eks TNA Pase Dukung Muhammad Nazar Jadi Gubernur Aceh.

Dengan komunikasi yang baik, kerja tim akan penuh dengan semangat. Tidak merasa diperintah, tetapi berkerja  dengan penuh cinta dan tanggung jawab.

Keempat, kriteria bertangungjawab. Pemimpin punya tugas dan tanggung jawab yang berat. Apapun yang akan terjadi dengan segala risiko, jadilah pemimpin yang berani untuk bertanggung jawab.

Mendapatkan pemimpin yang sempurna untuk Kota Banda Aceh bukanlah hal mudah dan instan. Namun, harus latih secara terus-menerus atau konsisten sehingga dapat menjadi sebuah kebiasaan, ujar HT Anwar. (sya)

Hut Bhayangkari dari Bank Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *