Ucapan Terima Kasih

Bappenas dan Kemenag Tinjau Rencana Pembangunan Kampus UIN Ar-Raniry. 

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman bersama Tim Direktorat Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (PTI) Bappenas RI serta Tim Subdirektorat Sarana Prasarana Diktis Pendis Kementerian Agama RI meninjau lahan pengembangan kampus di kawasan Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh Rabu (14/1/2026).

Acehglobal.com – Banda Aceh.

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menerima kunjungan lapangan Tim Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI bersama Tim Kementerian Agama RI Rabu (14/1/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi kesiapan UIN Ar-Raniry sebagai calon Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang diusulkan sebagai penerima pembiayaan melalui skema Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah periode 2025–2029.

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan, evaluasi mencakup kesiapan dokumen teknis, baik aspek hard component maupun soft component, terkait rencana pembangunan dan pengembangan sarana prasarana kampus.

“Program ini diharapkan menjadi motor transformasi UIN Ar-Raniry menuju world class university melalui pengembangan smart campus, smart building, dan techno university,” ujar Mujiburrahman.

Mujiburrahman menjelaskan, Kampus I UIN Ar-Raniry saat ini menampung lebih dari 22 ribu mahasiswa di atas lahan seluas 33 hektare yang sebagian infrastruktur dinilai tidak lagi, terutama bangunan lama yang pascagempa dan tsunami Aceh 2004 mengalami penurunan kualitas struktur dan berisiko terhadap keselamatan.

“Pengembangan Kampus I menjadi kebutuhan strategis dan mendesak. Kami merencanakan pembangunan sembilan titik gedung baru yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari 14 ribu mahasiswa”.

Hal itu melihat peningkatan jumlah peminat mahasiswa baru dari tahun ke tahun menuntut ketersediaan ruang belajar, laboratorium, serta fasilitas pendukung yang layak, aman, dan manusiawi, kata Mujiburrahman.

Menurut Mujiburrahman, pembangunan infrastruktur melalui skema pinjaman luar negeri ini diharapkan memberikan tiga dampak strategis, yakni memperkuat posisi UIN Ar-Raniry sebagai pusat keilmuan Islam dan ekonomi syariah, mendukung pembukaan fakultas baru termasuk rencana Fakultas Kedokteran, serta mendorong kolaborasi lintas disiplin melalui ruang akademik terpadu.

Ketua Tim Direktorat PTI Bappenas RI Dimas Suryo Sudaryo mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis UIN Ar-Raniry sebelum diusulkan ke tahap selanjutnya, yakni masuk dalam Daftar Calon Penerima Pinjaman Luar Negeri yang akan dituangkan dalam Green Book Bappenas.

“Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan rencana pembangunan infrastruktur yang telah disusun sesuai prosedur dan ketentuan, sehingga layak untuk dilanjutkan ke tahap perencanaan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Subdit Sarana Prasarana Diktis Pendis Kemenag RI Doni Wibowo mendorong UIN Ar-Raniry terus memperkuat perencanaan secara terstruktur dan terukur, baik pengembangan fisik maupun nonfisik kampus.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I Prof Dr Yasir Yusuf MAg, Wakil Rektor III Prof Dr Mursyid Djawas MAg serta jajaran pimpinan universitas lainnya yang meninjau langsung sejumlah lahan yang direncanakan untuk pembangunan gedung baru serta bangunan lama yang akan direhabilitasi atau dihapuskan.

Tim Bappenas dan Kemenag juga berdiskusi intensif dengan pimpinan universitas terkait rencana pembangunan, penghapusan bangunan tidak layak pakai, serta percepatan layanan pendidikan berbasis digital.

Hasil evaluasi dan review Readiness Criteria dari Bappenas dan Kemenag RI diharapkan dapat menjadi dasar penguatan perencanaan pembangunan kampus ke depan guna meningkatkan daya saing pendidikan tinggi di tingkat regional hingga global.[**]