Acehglobal.com – Jakarta.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat HT Ibrahim, ST, MM mendesak Pemerintah Pusat untuk segera menetapkan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sebagai bencana nasional.
Menurutnya, skala yang dampak dan kerugian yang ditimbulkan sudah jauh melampaui kemampuan penanganan Pemerintah daerah, kata HT Ibrahim Sabtu (28/11/2025).
Pria yang akrab disapa Ampon Bram itu menyampaikan bahwa, banjir besar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah mengakibatkan ribuan warga mengungsi, merusak infrastruktur vital, memutus akses transportasi, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat signifikan.
Ia menegaskan bahwa, status bencana nasional diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, komprehensif dan didukung penuh oleh Pemerintah Pusat.
“Situasinya sudah sangat memprihatinkan, Pemerintah daerah kewalahan, sementara kebutuhan logistik, peralatan evakuasi, hingga penanganan pasca bencana sangat mendesak. Pemerintah Pusat harus turun tangan secara penuh dengan menetapkan Aceh sebagai status bencana nasional,” kata Ampon Bram.
Ampon Bram juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat distribusi bantuan dan menambah personel di lapangan untuk memperkuat upaya penyelamatan serta penanganan para korban.
Selain itu, Ampon Bram mendesak agar Pemerintah segera melakukan langkah-langkah jangka panjang berupa rehabilitasi daerah aliran sungai, pembangunan tanggul, serta penguatan sistem peringatan dini.
Ampon Bram menegaskan bahwa, banjir Aceh bukan hanya isu lokal, tetapi masalah kemanusiaan yang membutuhkan kebijakan strategis dan dukungan menyeluruh dari Pemerintah Pusat.
“Ini soal keselamatan rakyat, tidak ada alasan untuk menunda. Status bencana nasional harus segera dipertimbangkan demi percepatan penanganan,” tegas Ampon Bram di anggota Komisi XIII Fraksi Demokrat DPR-RI.
Hingga kini, laporan kerusakan dan jumlah pengungsi terus bertambah, sementara cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Aceh, ujar Ampon Bram.(**)