Ucapan Terima Kasih

Anggota Komisi XIII DPR-RI Fraksi Demokrat HT Ibrahim Minta BNPB Turun Langsung Ke lokasi Banjir Di Aceh.

Kondisi salah satu jalan di Aceh putus akibat diterjang banjir bandang.

Acehglobal.com – Banda Aceh.
Anggota Komisi XIII DPR-RI Fraksi Demokrat HT Ibrahim, ST, MM meminta pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bisa turun langsung ke lokasi untuk melihat kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir di Aceh.

Aceh merupakan Provinsi yang paling parah terdampak banjir bila dibandingkan dengan Provinsi lain seperti, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Sarana komunikasi, listrik padam, infrastruktur seperti jalan dan jembatan putus, sehingga arus transportasi sebagai sarana pemasok kebutuhan pokok menjadi lumpuh total.

Oleh karenanya, BNPB bisa turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat yang saat ini tidak bisa melakukan aktivitas, dimana masyarakat butuh penanganan dalam masa tanggap darurat ini, kata Anggota Komisi XIII DPR-RI Fraksi Demokrat HT Ibrahim, ST, MT melalui telepon selulernya Sabtu malam (29/11/2025).

Ampon Bram panggilan akrab HT Ibrahim mengatakan, bila dibandingkan dengan  Provinsi lain, Aceh merupakan Provinsi yang paling parah terdampak banjir bandang yang hampir menyerupai peristiwa musibah Tsunami 26 Desember 2004 lalu.

Selain itu, banyak akses transportasi darat yang putus sementara tidak semua Kabupaten/Kota memiliki Bandara yang bisa di akses oleh transportasi udara baik untuk melakukan evakuasi maupun pendistribusian logistik bagi masyarakat yang terdampak banjir.

Hampir semua wilayah dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh mengalami dampak banjir yang paling parah diantaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Utara, Bireuen, Singkil, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Pidie Jaya, Pidie (Sigli), Aceh Barat, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Jaya yang semua aktivitas masyarakat lumpuh.

Rumah warga yang hancur diterjang banjir.

Kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti cabe, telur, gula, tepung dan lainnya yang di pasok dari Sumatera Utara (Sumut) terhambat karena putusnya transportasi darat mulai dari perbatasan Kabupaten Aceh Tamiang hingga Kabupaten Pidie, sehingga masyarakat tidak bisa memperoleh apa-apa untuk kebutuhan mereka.

“Saya tahu persis bagaimana kondisi banjir saat ini, karena saya sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi daerah-daerah yang terdampak banjir”.

Bahkan saya sempat terjebak banjir selama 4 hari dikawasan Kabupaten Bener Meriah saat keliling meninjau kondisi masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten/Kota di Aceh, dan kerugian masyarakat sangat tinggi, kata Ampon Bram.

Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Muzakir Manaf (Mualem) sudah menetapkan bahwa Provinsi Aceh sebagai daerah bencana Nasional.

Karena banyak sarana yang mengalami kerusakan seperti infrastruktur jalan dan jembatan, transportasi, sarana komunikasi juga listrik, semua terputus dan banyak rumah masyarakat yang hancur diterjang banjir, ujar Ampon Bram.(**)