Acehglobal.com – Banda Aceh.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi untuk tradisi meugang dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H untuk korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Bantuan sapi tersebut merupakan bagian dari perhatian Presiden terhadap masyarakat Aceh, sekaligus dukungan terhadap pelestarian tradisi meugang yang telah mengakar kuat di Aceh.
Sebelumnya, Presiden juga telah menyalurkan bantuan serupa pada momentum meugang sehari sebelum dimulainya bulan suci Ramadan.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Wakil Gubernur Fadhlullah menyampaikan rasa terima kasih atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh masyarakat Aceh atas bantuan tersebut.
“Kami atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan sapi meugang ini. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Aceh, terutama di tengah kondisi sebagian warga yang sedang menghadapi dampak bencana hidrometeorologi,” ujar Gubernur Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, dalam situasi pascabencana, bantuan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar dukungan terhadap tradisi.
Bantuan itu dinilai menjadi bagian dari upaya membantu pemulihan sosial masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan di tengah kondisi yang masih sulit.
Pemerintah Aceh juga menilai kepedulian Presiden terhadap masyarakat Aceh menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada aspek tanggap darurat dan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pernyataan tersebut, Gubernur juga menyampaikan harapan agar Presiden dapat berkenan hadir langsung di Aceh pada momentum Idul Fitri mendatang.
“Kami sangat berharap Bapak Presiden dapat hadir di Aceh dan merayakan Idul Fitri bersama masyarakat. Kehadiran beliau tentu akan menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi rakyat Aceh,” kata Gubernur.
Sementara itu, Wakil Gubernur Fadhlullah menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh terus berkomitmen memonitor berbagai dinamika di lapangan terkait penanganan bencana agar seluruh tahapan penanggulangan berjalan optimal.
“Bantuan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meringankan beban masyarakat. Pemerintah Aceh akan terus memastikan bahwa penanganan bencana hidrometeorologi berjalan dengan baik, termasuk dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Wakil Gubernur.
Wakil Gubernur menyampaikan bahwa, penyaluran bantuan daging sapi meugang yang dilakukan Presiden sangat membantu di tengah angka inflasi Aceh yang cukup tinggi, yakni mencapai 6,94% per Februari 2026 (year on year).
Seperti diketahui, komoditas dominan penyumbang inflasi Aceh termasuk daging sapi dan daging ayam ras karena kebutuhan menjelang meugang.
“Karena itu, bantuan dari Bapak Presiden dalam bentuk sapi meugang juga tentu sangat mendukung penurunan angka inflasi di Aceh,” kata Wakil Gubernur.
Tradisi meugang sendiri merupakan budaya khas Aceh yang dilakukan dengan menyembelih dan mengonsumsi daging bersama keluarga menjelang hari besar Islam, yakni menjelang puasa Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.
Di tengah situasi bencana yang melanda sejumlah wilayah, tradisi ini diharapkan tetap dapat dirasakan oleh masyarakat sebagai simbol kebersamaan, kepedulian, dan semangat bangkit bersama.
Dengan adanya bantuan sapi dari Presiden, Pemerintah Aceh berharap masyarakat, khususnya yang terdampak bencana, tetap dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur.
Bantuan tersebut disalurkan ke seluruh Kabupaten/Kota di Aceh dengan total nilai mencapai Rp 72.750.000.000, yang didistribusikan antara lain ke Kota Lhokseumawe sebesar Rp 550 juta, Kabupaten Aceh Tamiang Rp10,5 miliar, Kabupaten Pidie Jaya Rp 4,9 miliar, Kabupaten Aceh Timur Rp 7,55 miliar.
Kemudian, Kabupaten Bireuen Rp 2,25 miliar, Kota Langsa Rp 600 juta, Kabupaten Aceh Utara Rp 19,55 miliar, Kabupaten Aceh Barat Rp 1 miliar, Kabupaten Pidie Rp 2 miliar, Kabupaten Aceh Tengah Rp 6,05 miliar, Kabupaten Bener Meriah Rp 4,55 miliar, Kabupaten Gayo Lues Rp 4,3 miliar, Kabupaten Aceh Tenggara Rp 2,25 miliar.
Kabupaten Aceh Barat Daya Rp 1 miliar, Kota Subulussalam Rp 1 miliar, Kabupaten Aceh Besar Rp 500 juta, Kabupaten Nagan Raya Rp 1,45 miliar, Kabupaten Aceh Selatan Rp 500 juta, serta Kabupaten Simeulue Rp 250 juta, yang mengalami gempa bumi saat bencana hidrometeorologi melanda Aceh.[**]