Acehglobal.com – Pidie Jaya.
Sebanyak 133 mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh menuntaskan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan di sejumlah wilayah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen.
Usai KPM, para 20 mahasiswa yang sudah melakukan pengabdiannya sejak awal Februari 2026 kemudian dilakukan penjemputan di Gampong Dayah Kruet Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya Selasa (24/2/2026).
Dekan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Prof Dr Muslim mengatakan, ratusan mahasiswa tersebut disebar ke beberapa titik dengan fokus pada pendampingan psikososial, trauma healing, edukasi kesiapsiagaan bencana, serta penguatan ketahanan mental berbasis komunitas.
“Program ini bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga bentuk kepedulian kemanusiaan. Sebanyak 133 mahasiswa telah terlibat langsung mendampingi masyarakat terdampak,” ujarnya.
Menurut Muslim, pengalaman lapangan itu diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa yang empatik, profesional dan tangguh dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Drs Nasruddin AS MHum menambahkan KPM Tematik Kebencanaan menjadi ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini membentuk kepedulian, kepemimpinan, dan kepekaan empatik mahasiswa di tengah masyarakat. Kami melihat mahasiswa mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata,” katanya.
Selama berada di Gampong Dayah Kruet, mahasiswa terlibat dalam konseling kelompok, pendampingan anak-anak terdampak banjir, hingga gotong royong pemulihan lingkungan bersama warga.
Keuchik Gampong Dayah Kruet, Syukri, mengapresiasi kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Ia menyebut kehadiran mahasiswa membantu pendampingan anak-anak serta memperkuat kedekatan emosional dengan masyarakat.
Sementara itu, Camat Meureudu, Iskandar, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah kecamatan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat pascabencana.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad, juga berharap sinergi pendampingan psikososial dapat terus berlanjut melalui program-program pemberdayaan masyarakat.[**]